Free Ongkir Jawa, Sumatera, dan kota Besar Kalimantan.

Berapa Lama Jam Tidur untuk Orangtua?

Seiring bertambahnya usia maka durasi tidur juga akan semakin berkurang. Durasi tidur pada bayi akan jauh berbeda dengan orangtua yang memasuki lanjut usia. Orangtua seringkali terbangun lebih awal dari tidurnya. Terlalu sering bangun lebih awal dapat menyebabkan kurangnya jam tidur sehingga menurunkan kualitas tidur orangtua.


Macam-macam penyebab menurunnya kualitas tidur orangtua


Sebagian besar orangtua mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur. Insomnia bisa jadi disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, mengalami stres, dan sebagainya. Beberapa orangtua juga mengalami sleep apnea yang menyebabkan orangtua terbangun di tengah malam karena pernapasan yang tiba-tiba terhenti sejenak. Ada pula masalah kandung kemih yang menyebabkan orangtua bolak-balik ke kamar mandi. Pada orangtua yang memiliki riwayat rematik, seringkali tidur menjadi tidak nyaman karena orangtua mengalami rasa nyeri di beberapa bagian tubuh.


Jika penyebab tersebut terus terjadi, orangtua akan mengalami dampak jangka pendek maupun jangka panjang yang berbahaya terhadap kesehatan fisik dan mental. Jam tidur orangtua akan terganggu sehingga durasi tidur juga akan berkurang. Orangtua dapat mengalami kelelahan fisik dan stres. Keduanya bisa meningkatkan kemungkinan penyakit lainnya seperti serangan jantung, sesak napas, dan sebagainya.


Jam tidur terbaik untuk orangtua


Idealnya, orang-orang tidur lebih awal di malam hari dan bangun di pagi hari. Beberapa pakar kesehatan juga mengatakan sebaiknya jam tidur dimulai pada pukul 20.00. Meski disarankan seperti ini, mayoritas orang termasuk orangtua menghitung jam tidur sesuai waktu bangun yang diinginkan. Misalnya orangtua akan bangun pada pukul 06.00, maka jam tidur bisa dilakukan pada pukul 23.00. Melansir National Sleep Foundation, terdapat rekomendasi jam tidur terbaik untuk orangtua berdasarkan kelompok usia sebagai berikut.

  • Dewasa muda (18–25 tahun)

Saat ini banyak kalangan dewasa muda yang sudah menjadi orangtua dari anak-anaknya. Orangtua dari kalangan dewasa muda biasanya sedang aktif bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi kalangan ini, jam tidur terbaik untuk orangtua disarankan selama 7–9 jam setiap hari.

  • Dewasa (26–64 tahun)

Pada orangtua kalangan dewasa, kekuatan tubuh mulai berkurang seiring bertambahnya usia. Usia ini juga rentan terkena berbagai macam penyakit. Oleh sebab itu, jam tidur terbaik untuk orangtua kalangan dewasa disarankan selama 7–9 jam setiap hari.

  • Lanjut usia (65 tahun ke atas)

Orangtua yang telah memasuki lanjut usia memiliki aktivitas yang lebih sedikit daripada kelompok usia lainnya. Orangtua lanjut usia juga memiliki kekuatan tubuh yang semakin berkurang. Namun, hal ini seiring juga dengan jam tidur yang lebih sedikit dari kelompok usia lain. Orangtua pada lanjut usia disarankan untuk tidur 7–8 jam setiap hari.


Mempertahankan jam tidur terbaik untuk orangtua akan memberikan dampak positif bagi kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Orangtua disarankan untuk mulai membiasakan jam tidur terbaik ini sedari muda. Namun, menjaga kesehatan tidak cukup hanya mempertahankan jam tidur terbaik. Orangtua perlu berolahraga secara rutin dan menjaga asupan makanan sehari-hari.


Selain itu, orangtua dapat mengatur suasana yang nyaman bagi dirinya disamping membiasakan jam tidur terbaik. Suasana tidur terbaik bisa didapatkan dengan menyiapkan perlengkapan tidur terbaik termasuk selimut yang nyaman. Selimut nyaman dengan kualitas terbaik bisa Anda dapatkan dari produk selimut berat ARTER. Selain nyaman, selimut berat ARTER dapat mempertahankan kualitas tidur Anda dengan bahan yang hypoallergenic dan antibakteri. Segera temukan selimut berat terbaik dari ARTER melalui website https://arter.id/.